banner 728x250

Banggai Bersaudara Berbangga, Banggai Cardinal Fish Jadi Maskot Ikan Hias Air Laut Indonesia

  • Bagikan

Tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan nomor 2 tahun 2021 tentang Maskot Ikan Hias Nasional

KABAR LUWUK, JAKARTA – Masyarakat Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut patut berbangga, pasalnya salah satu ikan air asin khas tiga daerah itu kini menjadi maskot ikan hias Negara Kesatuan Republik Indonesia. Itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan nomor 2 tahun 2021 tentang Maskot Ikan Hias Nasional.

Dalam keputusan Menteri Kelautan itu, disebutkan bahwa maskot ikan hias nasional terdiri atas dua jenis ikan khas, yakni ikan Ikan Arwana Super Red (Scleropages formosus) sebagai maskot ikan hias air tawar, sedangkan Ikan Capungan Banggai (Pterapogon kauderni) atau Banggai Cardinal Fish (BCF) sebagai maskot ikan hias laut.

Ikan Arwana Super Red diketahui banyak ditemukan di berbagai tempat di Provinsi Kalimantan Barat, seperti dari Sungai Kapuas dan Danau Sentarum yang dikenal sebagai habitat dari Super Red (Chili dan Blood Red). Sementara, Cardinal Fish Banggai bisa ditemukan di perairan Banggai bersaudara, yakni Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut. Meski begitu, habitat asli ikan ini berada di Kabupaten Banggai Laut.

Baca Juga  Pemprov Sulteng Mendorong Pengembangan Usaha Industri Kecil Menengah

Sebagaimana rilis kkp.go.id, Banggai Cardinal Fish dengan nama ilmiah Pterapogon kauderni merupakan ikan laut endemik di Banggai dan tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Masyarakat setempat menyebutnya “capungan” atau “bibisan”.

Banggai Cardinal Fish biasanya hidup secara berkoloni (bergerombol) di antara terumbu karang dan kumpulan bulu babi, setiap gerombol terdiri dari 30 sampai 40 ekor. Daerah penyebaran Banggai Cardinal Fish sangat terbatas di wilayah Sulawesi Tengah bagian Timur, tepatnya di Kepulauan Banggai, karena itu spesies ini termasuk endemik.

Habitat alami Banggai Cardinal Fish dapat ditemukan di perairan laut dangkal dengan kedalaman 0 sampai 5 meter, dengan pH 8,1 sampai 8,4 dan suhu perairan 25 sampai 28 0 C.

Namun dengan maraknya perdagangan ikan hias dengan harga yang cukup menggiurkan, maka ikan tersebut juga dapat ditemukan ditempat lain terutama di pulau Bali (tepatnya disekitar perairan Gilimanuk).

Menurut nelayan setempat awal mula keberadaan ikan ini adalah merupakan hasil sortiran yang tidak masuk ke dalam standar untuk di perdagangkan, kemudian dibuang ke laut dan selanjutnya ikan tersebut dengan sendirinya hidup dan berkembangbiak di sekitar perairan Gilimanuk.

Baca Juga  DSLNG Kembali Berikan Beasiswa untuk 52 Pelajar dan Mahasiswa Batui

Sejak 1990, Banggai Cardinal Fish menjadi salah satu ikan hias yang diincar para kolektor dalam dan luar negeri. Karakter yang berbeda dengan ikan apogonid lain membuat ikan endemik ini banyak dicari. Diperkirakan 5.000 ekor ditangkap tiap pekan dan sedikitnya 600-700 ribu ekor diekspor oleh nelayan lokal setiap tahun.

Diperkirakan pada tahun 2001-2004, Banggai Cardinal Fish yang diperdagangkan mencapai 700-900 ribu ekor tiap tahun. Penangkapan Banggai Cardinal Fish, yang semula terkonsentrasi di Pulau Banggai, akhirnya meluas sampai ke seluruh Banggai Kepulauan, termasuk daerah yang awalnya belum terjamah.

Akibat meningkatnya permintaan Banggai Cardinal Fish diluar negeri dengan harga yang cukup menjanjikan tersebut, maka lama kelamaan tentu keberadaan Banggai Cardinal Fish susah ditemukan dan akhirnya akan mengalami kepunahan akibat overharvesting.

Untuk penyelamatan spesies Banggai Cardinal Fish tersebut selain diperlukan upaya pembentukan Kawasan Konservasi Laut di lokasi habitatnya, juga yang paling penting adalah mendorong para nelayan dan stakholder lainnya untuk melakukan upaya rehabilitasi, antara lain melalui pengembangbiakan ikan tersebut.

Baca Juga  100 Hari Masa Kerja Bupati Banggai,Berikan Bantuan Bumdes Anunto Desa Pisau

Dengan demikian pengambilan di alam/tekanan perusakan habitatnya akan berkurang dan kelangsungan hidup Banggai Cardinal Fish menjadi lestari. Klasifikasi BCF Ikan Banggai cardinal fish mempunyai 27 genus dan 250 spesies, tetapi hanya satu spesies yang terdapat di Indonesia, yaitu kaudermi.

Ikan ini mulai diketahui sejak tahun 1920, dan mulai dikoleksi oleh penggemar ikan hias pada tahun 1933. Menurut Tullock dan Michael (1999) ikan Banggai Cardinal Fish diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom: Animalia Filum : Chordata Sub Filum : Vertebrata Super Klas : Gnathostomata Kelas : Osteichtyes Sub Klas : Actinopterygi Super Ordo : Teleostei Famili : Apogonidae Genus : Pterapogon Spesies : Pterapogon kauderni Morfologi BCF Banggai Cardinal Fish mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: bentuk tubuh agak pipih dengan mata yang besar berwarna hitam dan bentuk mulut terminal dengan ukuran besar, rahang bawah cenderung menonjol. (vn)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *