banner 728x250

Cerita Dibalik Musibah KM Tiga Putri Dua Selama Lima Hari Terapung di Laut Sulawesi Hingga Selamat

  • Bagikan

Penulis : Imam Muslik (Jurnalis KabarLuwuk.com)

KABAR LUWUK, BANGGAI – Mentari di hari Minggu 5 September 2021 itu begitu menyengat, deru mesin 8 silinder jenis Nissan berbahan bakar solar menderu membelah ombak di wilayah perairan Banggai Kepulauan. Tiba-tiba mesin KM Tiga Putri Dua yang berasal dari Pelabuhan Talo Kepulauan Taliabu tujuan Pelabuhan Luwuk ini mati secara mendak.

Delapan orang anak buah kapal dipimpin sang kapten La Inda kemudian mencari tahu penyebab mesin kapal berdaya 2.300 tenaga kuda itu tiba-tiba mati tanpa sebab. Setelah dilakukan pengecekan ternyata karena kondisi dalam keadaan sangat panas.

Selanjutnya dibuka selang minyak sampai filter dicuci, sambil menunggu mesin dingin untuk kemudian dipasang kembali filter. Setelah semua rampung mesin kapal kembali dihidupkan hingga beberapa kali, sayangnya mesin kapal tidak mau hidup.

Baca Juga  Pemda Banggai Mediasi PT. Sawindo Dengan Petani Plasma Batui

Diceritakan Petrus Basai atau biasa disapa Can salah seorang ABK KM Tiga Putri, hari Sabtu , 4 September 2021 sekira pukul 13.00 wita kapal bermuatan barang campuran dengan 15 penumpang dan delapan ABK KM Tiga Putri Dua berangkat dari Pelabuhan Bapenu, Taliabu Selatan dengan tujuan Pelabuhan Talo Kepulauan Taliabu. Setelah berlayar selama lima jam kapal dengan material kayu itu tiba di Pelabuhan Talo untuk menambah muatan.

“Kami dari Pelabuhan Bapenu menuju Pelabuhan Talo, saat itu kita menambah muatan dan beristirahat sejenak di pelabuhan itu,” terang Can kepada awak media ini.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *