banner 728x250

Gubernur Sulteng Rakor Virtual Bersama Sejumlah Menteri

  • Bagikan

Kepala Daerah Harus Berani Mengambil Kebijakan Yang Tidak Populer Untuk Mengurangi Mobilitas Masyarakat

KABAR LUWUK, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura , Mengikuti Rakor Secara Virtual Penanganan Covid -19, untuk Luar Jawa dan Bali , yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto , Sabtu , 21 Agustus 2021.

Rakor tersebut, diikuti Menteri Dalam Negeri , Menteri Keuangan , Menteri Kesehatan , Kepala BNPB, Gubernur , Forkopimda Privinsi dan Bupati/walikota , Fokopimda kab/kota  diluar jawa dan bali , Gubernur pada kesempatan itu didampingi Kadis Kesehatan, Plt. Stap Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesra Dr. Rohani Mastura, M.Si.

Pada kesempatan itu Menko Perekonomian Airlangga Hartarto , menyampaikan bahwa perlindungan masyarakat harus diutamakan dan dukungan perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi , Pemerintah harus memastikan penyaluran bantuan baik dari Pusat dan daerah harus dipastikan sampai kepada yang berhak menerima, untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat harus terus ditingkatkan melalui pemberdayaan UMKM , Penyaluran Kredit Perbankan .

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian , menegaskan bahwa Gubernur dan Bupati /Walikota harus mampu mengambil kebijakan yang kurang populer tertang pembatasan mobilitas masyarakat , untuk sementara ijin keramaian agar ditiadakan dan pastikan masyarakat mematuhi Protokol kesehatan , ajak TNI dan Polri untuk melakukan penegakan disiplin masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan , Penanganan di HULU merupakan langkah yang paling strategis dalam penanggulangan Covid -19 , semua pihak untuk tidak mengambil kebijakan sebelum ada kebijakan presiden , 

Baca Juga  Dua Kabupaten di Sulteng Masuk Level 2

Kepala Daerah harus berani mengambil kebijakan yang tidak populer untuk mengurangi Mobilitas masyarakat. 

Menteri Keuangan RI , menyampaikan bahwa realisasi keuangan pemerintah daerah dan Dana Desa dalam peanggulangan Covid masih sangat rendah untuk diminta perhatian kepala daerah untuk meningkatkan realisasi anggaran dan merealisasikan anggaran untuk penanganan covid -19 , baik bantuan sosial dan bantuan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura, menyampaikan penanganan Covid 19 di Sulawesi Tengah pada Rakor tersebut , Gubernur menyampaikan beberapa hal :

1. Gubernur menyampaikan bahwa Implementasi Kebijakan Intruksi Mentari Dalam Negeri langsung ditindak lanjuti Gubernur dengan mengeluarkan Intruksi Gubernur Kepada Bupati dan Walikota dan Untuk memperkuat peran Kepala Desa dan Lurah Gubernur sudah mengeluarkan SE agar pembentukan Posko Desa dilakukan dan pembentukan Isolasi Terpusat dapat dibentuk dengan bekerjasama dengan Puskesmas.

Baca Juga  Polemik Seputar Repatriasi Hambali ke Indonesia

Gubernur pada kesempatan itu menyampaikan membuat lomba kepada kepala Desa /Kelurahan terbaik dalam penanganan Covid , sebuah Motor bagi Kepala Desa /Lurah yang terbaik menangani Covid sesuai Inmendagri dan SE Gubernur 

2. Gubernur menyampaikan bahwa pelaksanaan Vaksinasi di Sulawesi Tengah saat ini sudah mencapai 17 % , Gubernur meminta agar Distribusi Vaksin Ke Sulawesi Tengah di Perbanyak .

3. Gubernur Sulawesi Tengah menyampaikan Kondisi BOR sulawesi tengah saat ini masih 66%dari 1.200 Tempat Tidur , dan Tempat Isolasi Terpusat belum terisi maksimal karena yang OTG  enggan mau dilakukan Isolasi hanya orang yang memiliki memiliki riwayat yang berat baru mau dirawat di Rumah Sakit.

4. Gubernur Juga menyampaikan bahwa Cadangan Oksigen di Sulawesi Tengah Alhamdulilah sangat mencukupi karena adanya dukungan Oksigen dari Perusahaan seperti PT. IMIP, Poso Energi , Dongi Sinoro , dan kita bersyukur Gubernur meminta peran Keswadayaan Masyarakat dalam Penangnan Covid , banyak Perusahaan yang memberikan Dukungan bantuan , demikian juga banyak LSM atau Organisasi Sosial yang bergerak bersama pemerintah untuk percepatan Penanganan Covid.

5. Gubernur Juga Menyampaikan bahwa untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Gubernur sudah melakukan penandatangan MOU bersama BRI untuk penyaluran Kredit dengan Bungan kecil dan persyarakat yang mudah sebesar 5 T , juga mempercepat penyaluran PEN yang ada di Bank Sulteng , Bantuan Beras Kepada Masyarakat sebanyak 10.800 KK sebanyak 10 Kg /Kepala Keluarga , Juga akan melakukan Kerjasama dengan Indofood untuk pemberdayaan Petani di kabupaten Sigi dan Kerjasama dengan China untuk peningkatan Produksi Tanaman Kedelai .

Baca Juga  Kapolsek Pagimana Pantau Langsung Proses Belajar Mengajar di Sekolah

6. Gubernur Juga Menyampaikan keprihatinannya terhadap kejadian di akhir akhir ini di RS adanya pemaksaan Masyarakat untuk mengambil Mayat Pasien meninggal secara Paksa , Gubernur sudah meminta Kapolda dan Danrem untuk memberikan penjagaan terhadap RS Perawatan Covid di Provinsi Sulawesi Tengah. 

7. Gubernur pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terimakasih kepada menteri kesehatan atas bantuan yang diberikan berupa Oksigen Konsentrat , APD, Masker dan lainnya untuk kepentingan perawatan pasien Covid .

8. Gubernur Melaporkan akan terus mendorong Bupati dan Walikota agar lebih serius untuk mempercepat pemutusan rantai penularan covid di Sulawesi Tengah , terutama dalam pengetatan Pembatasan Mobilitas Masyarakat. (Sumber : Pusdatina Covid -19 Propinsi Sulawesi Tengah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *