banner 728x250

Kecamatan Tinangkung Selatan Gelar Kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan KPM

  • Bagikan
banner 468x60

KABAR LUWUK, BANGKEP – Pemerintah Kecamatan Tinangkung Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, gelar kegiatan sosialisasi dan pembinaan KPM, Senin 6/9/2021.

Rhano Sanjaya, selaku pendamping ahli Desa Kabupaten Bangkep menjelaskan dalam Kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang dilaksanakan di 12 Kecamatan secara maraton adalah merupakan salah satu dari langkah aksi pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Banggai Kepuluan, dimana kabupaten Banggai Kepulauan merupakan Kabupaten ke- 6 yang menjadi lokus stunting di Provinsi Sulawesi Tengah dan merupakan Kabupaten Rangking 2 tertinggi angka stunting setelah Kabupaten Donggala di Provinsi Sulawesi Tengah. Ungkap Rhano.

“Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pembinaan KPM Se – Kabupaten Banggai Kepulauan dilaksanakan dari tanggal 1 s/d 12 Sepetember 2021 sesuai denga dengan Surat Bupati Banggai Kepulauan tanggal 26 Agustus 2021 dengan no. 410/916/DPMD perihal sosialisasi dan pembinaan kader pembangunan manusia (KPM) yang ditujukan kepada seluruh Camat se-Kabupaten Bangkep. Selanjutnya pelaksanaan untuk Kecamatan Tinangkung Selatan, kegiatannya pada hari senin,06 September 2021.” Terang Rhano.

Baca Juga  Konservasi Berkelanjutan, ESSA PT Panca Amara Utama Lepas Liarkan 35 Burung Maleo

Kegiatan sosialisasi dan pembinaan KPM di Kecamatan Tinangkung Selatan bertempat di BPU Tinangkung Selatan yang dibuka oleh Camat Tinangkung Selatan, Irwan Majang, SH.

Hadir dalam kegiatan Kepala Bapeda dan Litbang, Dinas Kesehatan, Dinas PMD, Dinas Ketapang, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB, Kegiatan ini diikuti oleh Seluruh Kader Pembangunan Manusia (KPM) se Kecamatan Tinsel dan Kepala Desa se Tinsel, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Kecamatan Tinangkung Selatan.

Narasumber adalah Kadis PMD Kabupaten Bangkep, Kadis Kesehatan yang diwakili oleh Kabid Kesmas Dinkes, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan KB serta Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TAPM) – Kemendesa,PDTT, adapun Muatan Materi yg disampaikan adalah, Peran Desa dalam Pencegahan dan Penurunan Stunting di Desa, Kebijakan Surveilens Gizi, Refleksi Peran Tugas KPM serta Evaluasi Tata Cara Pengisian Format Laporan Konvergensi Stunting Tingkat Desa yg dibuat Oleh KPM.

Baca Juga  TRC BPBD bersama PDAM Tangani Pipa Air Bersih Desa Paisumosoni.

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman Kepada KPM Tentang Peran dan Fungsi KPM diantaranya,

  1. Meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia di perdesaan.
  2. Meningkatkan kepedulian serta pemahaman masyarakat dan Pemerintah Desa dalam penanganan dan pencegahan masalah stunting di tingkat Desa
  3. Mempromosikan pengukuran panjang/tinggi atau panjang badan balita sebagai deteksi dini stunting.
  4. Memfasilitasi pemetaan sosial untuk mengidentifikasi status intervensi gizi-spesifik dan gizi sensitif pada rumah tangga yang memiliki Ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 0-23 bulan.
  5. Memfasilitasi diskusi terarah untuk membahas permasalahan stunting di desa sampai dengan penyusunan kegiatan penanganan stunting dalam RKP dan APBDes 2022.
  6. Memonitor dan memastikan rumah tangga yang memiliki ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 0-23 bulan mendapatkan 5 paket pelayanan utama dalam penangan stunting di desa.
Baca Juga  KFM Sosialisasi Comdev di Desa Pongian, Kades Minta Keluhan Masyarakat Jadi Prioritas

Kata Rhano pentingnya laporan Konvergensi Stunting tingkat Desa tahun anggaran sebelumya menjadi salah Satu Persyaratan Pencairan Dana Desa Tahap III Tahun 2021, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan, Nomor 222/PMK.07/2020. Pasal 24 Ayat 1 Huruf C. ( ARM).

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan
Silahkan nonaktifkan adblock anda untuk membaca konten kami.
Segarkan