banner 728x250

Mendagri RI Tiba Di Luwuk, Pesannya Banggai Perioritas Alat PCR Tes

  • Bagikan

“Guna Tidak Terjadi Membludaknya Data Hasil PCR Tes”

Penulis : Imam Muslik ( Jurnalis)

KABAR LUWUK, BANGGAI – Pemerintah Kabupaten Banggai mendapat kehormatan dengan kedatangan tamu negara yakni Menteri Dalam Negeri,Tito Karnavian, sejak kepemimpinan Bupati Ir. H. Amiruddin Tamoreka yang baru beberapa bulan dilantik sudah mendapat apresiasi dari Mendagri. Sabtu 26/9/2021.

Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian mengatakan dalam jumpa persnya dihadapan media bahwa kunjungan kabupaten Banggai terkait dengan undangan gubernur Sulawesi Tengah sejak beliau dilantik pada bulan Juni 2021, menurutnya Gubernur H. Rusdi Mastura adalah teman lama sejak menjabat walikota Palu. Ungkap Tito.

Mendagri RI saat mendengar pemaparan Bupati Banggai diruang Rapat Umum Kantor Bupati, Sabtu 26/9/2021

Selanjutnya kunjungan ke Kabupaten Banggai yang merupakan agenda utama serta dalam kunjungan ini saya berterima kasih kepada Bupati Banggai, Forkopimda, Kapolres,Dandim dan Ibu Kajari serta yang hadir dalam virtual.

Dalam rapat tersebut Bupati Banggai memberi penjelasan masalah pandemi Covid 19 yang terjadi di daerah Kabupaten Banggai serta berupaya untuk meningkatkan pemulihan ekonomi bahkan menjalankan visi misi Bupati, untuk segera dilakukan sejak mendapat amanah sebagai pemenang Pilkada bulan Desember 2020 dan dilantik bulan Juni 2021. Terangnya.

Tito Karnavian menerangkan bahwa setelah melihat indikator Pengendalian Pandemi, kita bersyukur karena di tingkat nasional cukup membaik, di tingkat Provinsi juga membaik, serta ditingkat kabupaten juga membaik, dengan ditandai menurunnya kasus positif.

Kemudian angka bad rasio persedian tempat tidur dibawah 50 persen, dan angka kematian juga menurun, sedangkan angka kesembuhan meningkat dengan asumsi laporan ini tentu kami sebagai menteri akan menyuarakan ketingkat pusat. Jelasnya.

Ia mengharapkan dalam situasi ini Kabupaten Banggai bisa mempersiapkan untuk mempercepat vaksinasi, dan semua terkendala persoalan pada suplain vaksinasi yang minta ditambah dan dipercepat.

Sedangkan untuk distribusinya dapat dikerjakan dengan salah satu kiat kiatnya diantaranya tenaga kesehatan sudah front linier hal ini dilakukan sama saat berkunjung diprovinsi lain dengan cara bedah angka kematian, untuk daerah mana saja yang banyak angka kematian, yang di mulai dari kelompok usia apa, mobilitas, itu yang harus dilakukan percepatan vaksin, baik yang door to door, data dari Dukcapil, data BPJS, dan bisa juga dilihat data manual dari kampung kampung. Imbuhnya.

Kata Menteri secara bertingkat mana mana saja manusia yang lansia rentang punya kormobit dan penyakit bawaan , antara lain konektion dan ini yang harus dilakukan door to door karena ini bisa menimbulkan angka kematian yang bisa menakutkan publik, dan saya selaku menteri juga banyak memberikan masukan mengenai pentingnya testing agresif yang diperbanyak untuk menggambarkan laju penularan.

“Sebenarnya masalah pandemi ini, perlu saya sampaikan bahwa kapan Pandemi selesai belum ada yang bisa memastikan, sehingga saya menyarankan untuk Kabupaten Banggai harus ada alat PCR tes, karena sekarang ini banyak dibuka PCR tes dan bukan lagi monopoli pemerintah, serta banyak vendornya dengan harga yang terjangkau.”

Tujuan pengadaan Alat PCR Tes, guna membantu bagi yang positif akan lebih cepat dilakukan langkah langkah, sehingga tidak menjadi fatal alias tidak telat dan bisa juga untuk membantu daerah lain misalnya Balut dan Bangkep.

Olehnya itu saat ini pengiriman untuk PCR Tes dikirim ke Palu dan kadang terjadi keterlambatan, serta resiko delay sangat fatal dan dampaknya dalam menentukan laju pertumbuhan akan salah, Karena kalau delay sampai seminggu atau berminggu minggu nanti pada saat input data bisa digabung dengan data sebelumnya yang mengakibatkan meledak dan naik angka pertumbuhan positif kalau dinyatakan positif, padahal seharusnya tidak seperti itu , sehingga perlu adanya PCR Tes di kabupaten Banggai. Pintanya.

Dan selain membahas masalah Pandemi Covid 19, Menteri juga memberikan masukan tentang pemulihan ekonomi, karena pendapatan yang ada dari post sesuai laporan yang ada bahwa anggaran pendapatan lebih kecil dari belanja artinya devisit . Sedangkan resikonya kalau devisit tentu kabupaten akan lebih banyak berhutang, walaupun ada yang diharapkan berupa turunnya transfer yang bulan berikut dari Pemerintah pusat , sedangkan transfer pusat banyak diperuntukan untuk gaji pegawai, listrik , serta. Atk lainnya, dan mengakibatkan program program yang lain tidak jalan kalau pendapatan kurang.

Sehingga program yang direncanakan awal tahun tidak akan jalan, karena tidak cukupnya anggaran , dan semua harus diupayakan dengan meningkatkan pendapatan sebagai kas masuk atau bisa juga melakukan negoisasi dengan pemerintah pusat masalah DBH atau negoisasi dengan perusahaan yang ada didaerah dengan meningkatkan pendapatan pajak atau retribusi lain. Tutup Tito Karnavian .

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *