banner 728x250

RMP Gelar Rapat Teknis Progam Kerja

  • Bagikan

“Sosialisasi Program Tanaman Pangan

Penulis. : Arman L
Editor. : Imam Muslik

KABAR LUWUK, BANGKEP – Ketua Relawan Merah Putih ( RMP) Bangkep, Ismanto Sadala menyampaikan program RMP khusus dibidang Pertanian diantaranya tanaman Jagung, sehingga RMP langsung melakukan pendataan kepada masyarakat pertanian yang sudah menjadi anggota, dan petanipun sudah menyiapkan lahan untuk siap dikelola. Minggu 5/9/2021.

Ismanto Sadala menerangkan bahwa para petani sudah memasukkan lahannya untuk siap di kelola ,yaitu sekitar 200 lebih hektar lahan dan lahan petani tersebut sudah di laporkan ke pusat, dan kepemilikan lahan tersebut, sudah termasuk bagian dari anggota Relawan Merah Putih (RMP) Bangkep yang akan siap di kelola. Terangnya.


Sementara Ketua RMP Indonsia Mahfud Maswara dalam penyampaiannya, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan ini, telah mendapat informasi dari pengurus RMP Banggai kepulauan, serta informasi sehubungan dengan kegiatan pada saat di palu, semua sudah di sampaikan kepada ketua RMP Bangkep Ismanto dengan teman teman pengurus yang lain. Ungka Mahfud Maswara.

“‘Yang perlu kita ketahui bahwa secara teknis kerjasama kita dengan pihak BRI dan pemilik lahan Pertanian khususnya tanaman jagung, akan lebih di fokuskan mengingat RMP ini kegiatan sosialnya sudah jalan.” Ujar Mahfud.

Kata Mahfud terkait dengan adanya program pengobatan gratis, untuk wilayah Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu, hanya dengan kartu RMP dapat dilayani di klinik RMP dengan gratis tanpa dipungut biaya.

Baca Juga  Gubernur Sampaikan Kebutuhan Listrik Meningkat, Saat Menerima Direktur PLN

Olehnya itu semua pelayanan pengobatan mulai jam 09 – 12 siang, kemudian jam 02 – 05 sore, 19 – 22 malam. Klinik RMP buka setiap hari, dan dalam pelayanan kesehatan ini RMP menyiapkan 13 dokter dalam pelayanan kesehatan bagi anggota RMP. Terang Mahfud.

Mengenai kantor RMP di Sulawesi Tengah dari 12 kabupaten kota terdiri dari 18 kantor, untuk wilayah kota Palu kantor RMP itu ada 4 kantor, dan terkait program RMP itu bisnis to bisnis, karena memang untuk mengembangkan kewira usahaan ini, kata Mahfud, saya sangat tertarik dengan hasil karya anggota RMP bangkep, ini perlu di tingkatkan lagi ,dan semua hasil karya RMP Bangkep akan siap di order ke pengurus pusat dan siap di pasarkan di kopresi RMP pusat.

Selain itu meminta RMP Bangkep membangun kerja sama dengan dokter praktek di Banggai Kepulauan,sehingga maksud dan tujuan RMP Bangkep dalam pelayanan kesehatan gratis bagi anggota RMP dapat berjalan dengan baik demi meningkatakan pelayanan, dan ini termasuk salah satu program kita. Tutur Mahfud.

Baca Juga  Pemprov Sulteng Mendorong Pengembangan Usaha Industri Kecil Menengah

Di tempat yang sama, Ir.sofyan Yatelemba, selaku manager RMP khusus Bidang pertanian dalam penyampaiannya secara teknis, bahwa bagaimana RMP bisa ciptakan program penanaman jagung itu mencapai 7 ton perhektar, Ia juga mengharapakan agar orang orang RMP itu punya skil di bidang pertanian. Terang Sofian.

Salah satu program penanaman jagung ini yang menjadi program RMP, termasuk salah satu program yang di inginkan Gubernur Sulteng, guna mensejahterakan masyarakat nya di masa Pandemi ini, sehingga dengan kehadiran RMP ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat Banggai Kepulauan.

Pola pertanian di RMP, mengajak kita untuk bermain logika, di dalam RMP itu bukan hitungan perhektar tetapi disini kita menghitung per jumlah tanaman dengan jarak yang sudah di tentukan maka kita menghitung perbatang ,berapa berat yang di hasilkan jagung dalam satu tongkol dan itu kita akan kalikan berapa jumlah tanaman dalam perhektar ,ini pemikiran yang RMP kembangkan bukan sistem hektar,. Ungkap Sofian Yatelemba.

Selain itu dalam menanam jagung ini, kita harus teliti menentukan titik atau lokasi yang akan kita gunakan, karana tidak semua lokasi itu dapat di gunakan, sehingga yang terpenting kita harus menempatkannya di tempat lokasi datar dan dekat dengan air, atau di musim musim tertentu,yang kita khawatirkan hanyalah di saat musim kemarau panjang ,sehingga kita mencari tempat yang dekat dengan air untuk mengurangi resiko gagal panen. Jelas Sofian.

Baca Juga  Molor Empat Jam Dari Waktu Yang Ditentukan, Peserta Ujian Kelelahan dan Kelaparan

Sementara Takbir Larekeng, Sekretaris umum RMP Indonesia dalam penyampaian menjelaskan bahwa program tanaman Pangan sangat penting sekali terkait pengawasan. Bahwa sistem pengawan yang terpenting itu adalah tanggungjawab kordes, karena kordeslah yang bersentuhan langsung dengan petani, Ungkap Takbir.

Lanjut Takbir Larekeng, menyarankan kepada teman teman yang menjadi pengurus baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan,dan Desa yang tidak faham terkait pertanian, disini RMP akan memfasilitasi buku pintar yang di terbitkan oleh bidang pertanian, dan kita akan coba manajemen pertanian dari pengolahan lahan sampai panen itu terdapat dalam satu buku pintar, jadi patokan pengawasannya ada pada buku panduan yaitu “BUKU PINTAR”.sehingga kita tinggal mengontrol petani yang di bawah mulai dari penggarapan lahan, sampai pada panen nantinya.

Dalam Rapat Sosialisasi dihadiri, Ketua RMP Indonesia, Wakil Bupati Bangkep, Salim J. Tanasa, Manajer RMP Indonesia Bidang Pertanian Khusus Bidang Pertanian, Sekretaris Umum RMP Indonesia, dan seluruh Korcam RMP Se Kabupaten Banggai Kepulauan.* ( Arm ).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *