banner 728x250

Wakil Gubernur Bacakan Rancangan KUA Serta Rancangan PPAS 2022 di DPRD Sulteng.

  • Bagikan

KABAR LUWUK, PALU –  Gubernur Sulawesi Tengah melalui Wakil Gubernur Drs. H. Ma’mun Amir membacakan pidato pengantar rancangan kebijakan umum APBD (KUA) serta rancangan prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) dalam sidang paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Tengah yang dipimpin ketua DPRD Hj. Nilam Sari Lawira, SP, MP, Senin 6/9/ 2021.

Dalam pidato pengantarnya, Wakil Gubernur menyampaikan berdasarkan amanat konstitusi yaitu peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah pasal 89 ayat 1 kepala daerah menyusun rancangan KUA dan rancangan PPAS berdasarkan RKPD dengan mengacu pada pedoman penyusunan APBD.
Untuk itu dalam rangka menyiapkan RAPBD Tahun 2022 pemerintah daerah bersama-sama dengan DPRD terlebih dahulu membahas dan menetapkan kebijakan umum APBD serta prioritas dan plafon anggaran sementara Tahun 2022 yang dirumuskan berdasarkan urusan pemerintahan serta program dan kegiatan dengan mengacu kepada kewenangan yang telah di amanatkan di dalam UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Pada sidang paripurna ini perkenankan kami menyampaikan beberapa hal yang berhubungan dengan asumsi-asumsi yang digunakan dalam rancangan kebijakan umum APBD dan rancangan prioritas plafon anggaran sementara Tahun 2022 yang kami ajukan untuk dibahas dalam sidang dewan yang terhormat ini sebagai berikut,”

1. Asumsi dasar yang digunakan dalam APBN Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2022 sebesar 5,2 – 5,8%. Perekonomian Indonesia pada tahun 2020 mengalami tekanan besar akibat pandemic covid-19 kontraksi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun 2020 sebesar 2,1%.
tahun 2019.

Baca Juga  Penandatanganan Nota Kesepakatan Rancangan Perubahan KUA-PPAS Tahun anggaran 2021

2. laju inflasi
Tahun 2022 inflasi akan dijaga di angka 2 – 4%. untuk merealisasikan proyek tersebut, pemerintah melakukan beberapa hal antara lain; a. tetap melakukan strategi 4K yang mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif
b. menjaga konsumsi
rumah tangga dan aktivitas industri agar tetap stabil
c.pemerintah terus memantau fluktuasi harga minyak mentah dunia.

3. pertumbuhan PDRB
pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan 1 dan triwulan 2 mengalami kontraksi akibat ikut terimbas dampak wabah  covid 19 yang melanda dunia ekonomi Sulawesi Tengah memiliki massa yang berat akibat terjadinya dua serangan secara berurutan yaitu dampak yang ditimbulkan bencana gempa, tsunami dan likuifaksi 28 September 2018 dan selanjutnya wabah covid 19  yang keduanya memiliki dampak besar terhadap kestabilan ekonomi di Sulawesi Tengah.

Menurut Wakil Gubernur, mengacu pada beberapa kondisi tersebut serta untuk mensinkronkan visi pembangunan daerah Sulawesi Tengah tahun 2021-2026 maka pada tahun 2022 alokasi anggaran baik pendapatan maupun belanja dapat digambarkan dalam rancangan KUA PPAS Tahun 2022 adalah sebagai berikut;

a. pendapatan
pendapatan Daerah pada PPAS Provinsi Sulteng Tahun 2022 diproyeksikan sebesar Rp4.804.415.794.890 yang bersumber dari
1. pendapatan asli daerah sebesar Rp1.560.202 juta 2.pendapatan transfer sebesar Rp3.222 624.997.517
3 lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp21.588.797.373

B. Belanja
Dalam kebijakan umum anggaran Tahun 2022 belanja daerah yang diproyeksikan sebesar Rp.4.819.415.794.890.

C.Pembiayaan.
Kebijakan pembiayaan pada Tahun 2022 diproyeksikan sebagai berikut
1 penerimaan pembiayaan sebesar Rp50 miliar
2 pengeluaran pembiayaan sebesar Rp35 miliar

Baca Juga  Wakil Gubernur Bacakan Pengantar Rancangan KUPA Serta PPAS-P 2021

Lebih lanjut Wakil Gubernur menguraikan, pembangunan Sulawesi Tengah tahun 2020 diharapkan pada peningkatan pelayanan dasar berbasis digital dan reformasi birokrasi guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan kapasitas fiskal daerah dengan prioritas ; 1.penanggulangan korban bencana melalui penyediaan APBD sensitif bencana berwujud cash for work berbasis pada korban bencana maupun cash for work di wilayah yang ada jalan wilayah kewenangan.
2. mendirikan sekolah vokasional/kejuruan.
3. menyediakan infrastruktur untuk mendorong Sulteng sebagai daerah penyangga bagi ibu kota baru
4. mendorong peningkatan produktivitas tanaman pangan, perkebunan, perikanan, peternakan dan komoditas pertanian lainnya
5 percepatan penanganan covid 19.

Adapun visi pembangunan daerah Sulawesi Tengah tahun 2021-2026, yaitu gerak cepat menuju Sulteng lebih sejahtera dan lebih maju dengan serangkaian misi;
1.meningkatkan kualitas manusia Provinsi Sulawesi Tengah melalui reformasi sistem pendidikan kesehatan dasar.
2. Mewujudkan reformasi birokrasi, supremasi hukum dan penegakan nilai-nilai kemanusiaan dan HAM.
3. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan penguatan kelembagaan.
4. Mewujudkan peningkatan infrastruktur daerah.
5.Menjalankan pembangunan masyarakat dan wilayah yang merata dan berkeadilan.
6. Menjaga harmonisasi manusia dan alam antar sesama manusia sebagai wujud pembangunan berkelanjutan.
7. Melakukan sinergitas kerjasama pembangunan antar daerah bertetangga sekawasan maupun di dalam provinsi Sulawesi Tengah dan diluar provinsi bertetangga
8. meningkatkan pelayanan publik bidang pendidikan dan kesehatan berbasis pada teknologi informasi yang integrasi dan dijalankan secara sistematis dan digital.
9. Mendorong pertumbuhan DOB agar terjadi percepatan desentralisasi pelayanan dan peningkatan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas sektor unggulan daerah.

Baca Juga  Rivaldy Bocah Penjaja Kue Taat Mengedepankan Protokol Kesehatan

Menurut Wakil Gubernur, Pandemi covid 19 telah menjadi bencana kesehatan dan kemanusiaan yang berimbas pada semua lini kehidupan manusia, berawal dari masalah kesehatan, dampak pandemi covid 19 telah meluas ke masalah sosial, ekonomi bahkan ke sektor keuangan. “Saya ingin menyampaikan satu hal yang sangat penting bagi keselamatan kita semuanya, seperti kita ketahui pandemi covid 19 dalam beberapa hari terakhir ini berkembang sangat cepat karena munculnya berbagai varian baru yang juga menjadi persoalan serius banyak daerah terutama Jawa dan Bali dan tidak menutup kemungkinan varian tersebut akan menyebar ke seluruh wilayah provinsi Sulteng,” sebut gubernur.
situasi ini mengharuskan kita mengambil langkah-langkah agar kita bersama-sama dapat membendung penyebaran covid-19. Saya minta masyarakat disiplin mematuhi peraturan demi keselamatan kita semuanya, pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk mengatasi penyebaran covid-19. seluruh aparat negara, TNI dan polri maupun aparatur sipil negara, dokter dan tenaga kesehatan harus bahu-membahu, bekerja sebaik-baiknya untuk menangani wabah ini.
Saya minta kepada seluruh masyarakat Sulteng untuk tetap tenang dan mematuhi ketentuan-ketentuan yang ada disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dan mendukung kerja aparat pemerintah dan relawan dalam menangani pandemi covid 19.
Dengan kerjasama yang baik dari kita semua dan atas ridho Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, yakin kita bisa menekan penyebaran covid 19 dan memulihkan kehidupan masyarakat secara cepat.'”***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *