banner 728x250

PHM Uji Coba Pemancangan Pipa Pengeboran Buatan Produsen Nasional

  • Bagikan

KABAR LUWUK, Balikpapan – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), dengan dukungan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku Regional Kalimantan Subholding Upstream dan SKK Migas, memulai pelaksanakan uji coba pemancangan pipa pengeboran buatan produsen dalam negeri di Lapangan Tunu yang berada di rawa-rawa Delta Mahakam, 14 September 2021. Dalam uji coba ini material pipa ukuran 20 inchi tersebut akan digunakan sebagai pipa konduktor (pipa yang pertama kali ditanam di tanah), dimana pemasangannya dilakukan dengan cara menumbuknya dengan menggunakan diesel hammer hingga kedalaman 100-120 m.

Tahap pengujian pipa ini merupakan bagian dari inisiatif PHM untuk memberdayakan industri lokal dengan semangat peningkatan kapasitas nasional di Wilayah Kerja (WK) Mahakam. PHM terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan operasi Drilling dan Well Intervention, yang sangat membutuhkan tingkat keselamatan yang tinggi.

Penggunaan material pipa pengeboran buatan dalam negeri ini merupakan tahap lanjutan setelah sebelumnya PHM sukses mengembangkan berbagai aksesoris sumur buatan dalam negeri melalui kolaborasi dan pembinaan dengan beberapa produsen nasional yang saat ini sudah beralih ke tahap implementasi industrialisasi. Tantangan terbesar dalam inisiatif ini adalah bagaimana memenuhi kebutuhan spesifikasi teknis material yang tinggi dan sangat ketat. Kesesuaian spesifikasi teknis menjadi sangat penting demi menjamin keselamatan dan integritas sumur selama bertahun-tahun masa produksinya.

Setelah melalui tahapan pembinaan, produksi manufakturing pipa ERW (Electric Resistance Welding), dan quality control yang ketat sepanjang tahun, di bulan September 2021 ini salah satu uji produksi pipa produsen nasional telah sampai ke tahap uji pemancangan di lapangan. WK Mahakam, metode pemancangan harus dilaksanakan dengan sangat hati-hati, karena selain untuk mencapai fungsi utamanya, melalui metode khusus pipa diarahkan agar tidak menabrak (anti collision) pipa-pipa dari sumur-sumur lain (jumlahnya ribuan) yang sudah dibor sejak pengembangan WK Mahakam pada tahun 1974. Metode ini disebut PERTACERDIK (Pertamina CP Driving Kit) dan sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.


Proses perdana pengujian lapangan ini disaksikan oleh Manajemen PHM selaku operator WK Mahakam, SKK Migas, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang baru saja berganti nama menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rangkaian kunjungan yang meliputi tinjauan pekerjaan persiapan pipa konduktor di area Tamapole dan operasi pemancangan di sumur lapangan Tunu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan