banner 728x250

Rumah Hadis Qur,an Al- Madinah Tetap Belajar Meski Masih Pandemi Covid-19

  • Bagikan

Penulis : Ramly Zakaria
Editor : Imam Muslik

KABAR LUWUK, BANGGAI – Pada saat sekolah berjalan normal sebelum pandemi Corona, banyak sekolah telah menjalankan kegiatan membaca Al Qur’an. Hal ini diharapkan dapat memberikan bekal iman dan taqwa kepada siswa. Bahkan ada beberapa sekolah yang memberikan bekal untuk menghafalkan Al Qur’an kepada siswanya dengan teknik dan strategi tertentu.

Namun Ditengah Pandemi Virus Covid-19 yang tak kunjung usai sekolah memilih untuk melakukan pembelajaran daring. Tetapi tidak bagi rumah Hadis Qur’an Al -Madinah yang terletak di jalan Ir Soekarno, tepatnya disamping Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Banggai. Rumah Baca itu tetap melaksanakan pembelajaran Qur-an Seperti biasa kepada puluhan anak didiknya, seperti yang terlihat Kamis (2/9/2021).

Baca Juga  Proses Pembelajaran Tatap Muka di Batui dan Batui Selatan Diawasi Polisi

Salah seorang orang tua siswa yang pada saat itu ikut mengantar anaknya untuk belajar Qur’An dirumah Baca tersebut Ibu Erna Hajianti kepada media ini mengungkapkan jika hal tersebut dilakukan untuk menjemput kemuliaan Al Qur’an. menurutnya kedekatan dengan Al Qur’an penting bagi anak anak kita calon penerus generasi mendatang.

Saat ditanyakan mengenai dampak dari Pandemi Covid-19 bagi anak anak yang tentu saja belum terlalu mahir dalam menjalankan protokol kesehatan ibu Erna mengaku telah mempersiapkan segala sesuatunya yaitu selalu mengingatkan agar anaknya selalu menggunakan masker dan selalu cuci tangan.

“Di rumah Hadis Qur-An AL-MADINAH ada guru dan instrukturnya mereka selalu memantau aktivitas anak anak termasuk mengingatkan tentang prokes, kami orang tua merasa aman tidak ada yang perlu kami khawatirkan,” ungkapnya.

Baca Juga  Sekolah Tatap Muka Hari Pertama di Kabupaten Banggai, Begini Prokesnya

Lebih lanjut Ibu Erna mengatakan bahwa pada Prinsipnya seluruh orang tua yang menitipkan anaknya belajar di rumah Qur-An AL-MADINAH mendukung program pembelajaran tesebut untuk membangun generasi  penerus yang lebih berkualitas.

“Saya mendukung program tersebut. Untuk membangun karakter generasi penerus, cerdas intelektual saja sangat tidak cukup. Sudah seharusnya di sekolah dibangun seluruh kecerdasan yang dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri yaitu bio psiko sosio kultural dan sepiritual,”katanya.

Ia juga menjabarkan kaitan antara membaca Al Quran dengan membangun karakter dari pembaca al quran itu sendiri “bahwa ketika otak diasah untuk menghafal Al Quran maka kecerdasan intelektualpun akan terbangun, jiwa para pembaca Al Quran pun akan terasah  menjadi lembut sehingga dengan begitu terbangun pula kecerdasan sosial anak.** ( RZ).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *