< IMIP

BPPW Sulteng Bangun Sekolah Di Daerah Terpencil

KABAR LUWUK, PALU – Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulteng Kementerian PUPR selama periode tahun 2019 sudah membangun sebanyak 53 gedung sekolah di daerah terpencil.
Program pembangunan sekolah ini dilakukan di sejumlah kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah. Hal itu disampaikan oleh Kepala BPPW Sulteng Ferdinand Kano Lo kepada sejumlah wartawan.

Ferdinand mengatakan, saat ini progres pembangunan sejumlah gedung sekolah di daerah terpencil masih berlangsung dan diperkirakan akan selesai pada akhir Desember 2019 mendatang.

“Pengerjaan sekolah di daerah terpencil itu berdasarkan permintaan dari pemerintahan daerah setempat, ketika ada permintaan atau permohonan maka kita akan melakukan assesment atau penilaian hingga bangunan itu selesai ” kata Ferdinand.

Banyak kendala kata Ferdinand dalam membangun sekolah di daerah terpencil. Salah satu kendala yang pihaknya temui saat melakukan pembangunan gedung sekolah di daerah terpencil ialah akses dan ketersediaan material bangunan dan akses distribusi material bangunan yang cukup terkendala kondisi jalan.

“Banyak kendala bangun sekolah di daerah terpencil itu, karena masih ada beberapa jalan yang sulit dilalui kendaraan, belum lagi material harus melalui jalan yang medannya barat,” tambahnya.

Kepala Satker Wilayah BPPW Sulteng Aksa H Mardani menambahkan, sekolah yang dibangun di daerah terpencil itu tersebar di Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Sigi, Buol, dan Tolitoli.

“Sebagian sudah mau rampung pengerjaannya, keseluruhan akan selesai pada desember 2019,” tambah Aksa.

Sebagai salah satu program unggulan BPPW Sulteng untuk pembangunan sekolah terpencil di daerah maka pihaknya menunggu usulan dari pemerintah daerah setempat ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kemudian permintaan tersebut ke Kementerian PUPR.

“Atas permintaan itu pihaknya akan meninjau kemudian melakukan pembangunan gedung sekolah,” tambahnya.

Pembangunan yang dilakukan, kata Aksa, bukan dalam bentuk rehabilitasi melainkan bangun utuh keseluruhan.
Aksa menegaskan pembangunan itu tidak ada hubungannya dengan pembangunan pasca bencana, tapi ini program BPPW untuk membantu pemetah daerah. (IkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *