< IMIP

Dandim 1308/LB Menitipkan Sejumlah Pesan Kepada Jajaran Koramil Salakan dan Koramil Liang

Perintahkan Babinsa Tingkatkan Sinergitas dan Jadi Duta di Masyarakat

KABAR LUWUK, – Komandan Kodim 1308/LB Letkol Inf Fanny Pantouw pada Kamis (5/3/2020) melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Koramil-10/ yang dipimpin Kapten Inf. Abd. Azis dan Koramil-11/Liang dipimpin Kapten Inf. Agustinus Pajeko. Pada kunjungan itu, Dandim memerintahkan para Babinsa sebagai aparat teritorial meningkatkan sinergitas dan bisa menjadi contoh kepada masyarakat tempat tugasnya.

Tentara dalam hal ini Babinsa kata Dandim 1308/LB adalah sebagai duta-duta di masyarakat, sebagai tokoh yang terpelajar yang dapat di dengar di wilayah binaannya. Babinsa mampu mengurus keluarga berarti mampu mengurus dan membina masyarakat sekitarnya. Jadi inilah tugas dari aparat teritorial. Olehnya itu, Babinsa adalah  tokoh masyarakat di daerah atau di desa, ada juga Babinkamtibmas, ada Lurah, Camat dan Kades. Jadi dengan ada tiga pilar ini, masyarakat dapat melihat bahwa tokoh-tokoh ini kompak. Jika potensi itu ada dan para tokoh kompak, maka masyarakat tidak dapat memprofokasi kita.

“Ingat, tingkatkan sinergitas jangan sampai kita terprofokasi atau terpengaruh adanya upaya yang dapat memecah belah hubungan yang harmonis antara TNI dan Polri, sebab Polri adalah rekan kerja kita. Hal inilah akan menunjukan bahwa Babinsa dapat menunjukan citra  terbaik bagi masyarakat,” kata perwira dua melati ini.

Dandim menambahkan, prajurit harus bersyukur bahwa tugas-tugas kita adalah membantu masyarakat, membantu pemerintah daerah dan membackup Polri atau membantu tugas Kepolisian. Tentu saja hal ini adalah tugas mulia, apalagi di daerah kepulauan ini. Olehnya itu Dandim mengajak anggotanya melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, tulus dan ikhlas, Inshaa Allah semua ini akan menjadi berkat serta menjadikan amal dan berkah bagi semua.

“Tugas kita selain perang, juga harus menolong keluarga dan menolong masyarakat, sebagai contah terjadi musibah bencana alam dan sebagainya, kita harus membantu keluarga dan kita juga menolong masyarakat, karena hal itu adalah salah satu tugas pokok kita. Jadi tugas pokok kita operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang. Dengan peran itulah kita membantu tugas Polri, Pemda dan Masyarakat yang apabila ada penanggulangan bencana alam, terorisme, narkoba dan sebagainya,” tambah Letkol Inf Fanny Pantouw.

Pada kesempatan itu, Dandim juga meminta agar  para anggotanya dapat menjaga anak-anak mereka untuk tidak terlibat dalam narkoba, melalui pengawasan jangan sampai keluarga yang kena, dan juga kepada masyarakat. Bila hal ini terjadi segera untuk dilaporkan. Karena kalau tidak laporkan, bisa terjerat pasal pembiaran.

“Setelah kita tangkap dan kita tahu, tapi kita diam saja, maka kita akan kena juga pidana pembiaran, maka secepatnya laporkan jika menemukan peristiwa seperti itu,” lanjut Dandim.

Tidak hanya itu, Dandim juga berpesan, dalam waktu dekat ini, ada kegiatan MTQ tingkat Provinsi di Kabupaten Banggai Kepulauan, diharapkan kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, dan jajarannya membantu bertugas untuk mensukseskan kegiatan tersebut. Setelah itu, dalam hal ini Kodim 1308/LB akan diperhadapkan dalam kegiatan TMMD yang dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia.

“Kodim Banggai satu perwakilan dari Kodam XIII Merdeka untuk melaksanakan kegiatan TMMD ke – 107, kita doakan semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses dalam pelaksanaan TMMD nanti,” tegas orang nomor satu di jajaran TNI AD di Banggai ini.

Dandim juga berpesan agar tidak ada anggota TNI yang terlibat berburu, baik di hutan maupun lainnya, jika ada senjata dan diajak oleh masyarakat, anggota ikut berburuh. Hal ini tidak boleh terjadi, karena hal ini sangat berbahaya. Juga anggota TNI AD dimintanya tidak menangkap ikan pakai setrum, atau memakai bom ikan. Kenapa hal ini berbahaya, karena sudah banyak kejadian yang terjadi, dimana setelah  terjadi korban tinggal menangis, karena tangannya kena bom dan kehilangan tangannya sendiri akhir menyesali. Hal ini tidak bisa terulang lagi, karena sudah kesetrum, jika berburu dan kena temannya atau masyarakat yang kena tembak, hal ini tidak bisa diulangi lagi. Terkait hal ini, merupakan penekanan yang harus dilaksanakan, dan semoga dapat dilaksanakan dengan baik.

Prajurit harus memiliki loyalitas yang tinggi, tidak dilihat pangkat dan jabatannya, misalnya prajurit ini baik karena pangkat dan jabatannya, tapi bagaimana seorang prajurit dapat melaksanakan tugas dengan baik sesuai posisinya dalam organisasi. Kalau saya sebagai Babinsa, saya harus melaksanakan tugas dengan baik sebagai Babinsa. Itulah yang dihadapan yang maha kuasa seperti itu. Bukan karena dia pangkat letkol dan dia masuk surga, atau dia tentara dan dia punya kemuliaan, kenapa karena pangkatnya letkol, hal itu salah besar. Jika pangkatnya Kopral, dan dia menjalankan tugas dengan tulus san ikhlas, yang jelas di depan yang maha kuasa itulah yang memiliki kemuliaan. Prajurit yang berbuat demi organisasi, sesuai dengan komitmennya sebagai abdi negara. Itulah kemuliaan prajurit dan bukan karena setingkat apa pangkatnya, tapi bagaimana dia melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan fungsi san jabatannya dalam organisasi. Jadi inilah pegangan kita dalam melaksanakan tugas, dan ibu-ibu juga tentu saja punya kemuliaan, karena mendampingi suami yang  melaksanakan tugas negara. Tentu saja itu adalah kebanggaan dan kehormatan bagi seorang wanita untuk menjadi seorang isteri tentara. Ibu-ibu harus bersyukur, bangga bisa mendampingi suami dalam melaksanakan tugas negara. Perlu diketahui, walapun di wilayah kepulauan, tindak tanduk kita atau kegiatan yang kita laksanakan ditempat masing-masing itu termonitor sampai di angkatan darat. Dan apalagi  yang maha kuasa melihat, bahwa prajurit ini penuh pengorbanan dan keluarga juga penuh pengorbanan, tentu saja kita yakin bersama amal yang akan dicatat oleh malaikat, Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan mudah-mudahan apa yang kita lakukan dapat menjadikan berkat bagi kita.

Terakhir Dandim berpesan kepada seluruh anggota, agar mewaspadai mafia rekrutmen anggota TNI Angkatan Darat di tahun 2020 ini, jangan menjanjikan kelulusan dengan meminta imbalan uang dari siapapun, karena yang minta bayar itu adalah mafia.

“Saya menegaskan bahwa terkait rekrutmen TNI Angkatan Darat itu gratis dan tidak dipungut biaya sepersen pun. TNI membutuhkan putra putri terbaik Angkatan Darat di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang tangguh dan unggul. Rekrutmen TNI AD di Banggai Kepulauan adalah tanggung jawab Danramil hingga Babinsa. Latih dan bimbing mereka. Saya  meminta kepada masyarakat bila ada oknum atau mafia yang meminta imbalan duit dalam rekrutmen TNI AD agar segera melapor. Kami tidak segan-segan akan bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Dandim.

Terkait rekrutmen prajurit TNI Angkatan Darat tingkat Tamtama PK Gelombang I, masih dibuka hingga tanggal 10 Maret 2020 khusus di Kodim 1308/LB, dan untuk di Kota Palu sampai dengan 20 Maret 2020. (IkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *