banner 728x250

Gerakan Diversifikasi Ketahanan Pangan dan Gelar Buah Nusantara 2021

  • Bagikan

“Bupati Hadiri Secara Virtual”

, BANGGAI – Bupati Banggai H. Amirudin di dampingi Kadis Ketahanan Pangan Rudi Purwana K. Bullah, S.Sos menghadiri Kegiatan Diversifikasi Pangan Lokal dan Gelar Buah Nusantara Tahun 2021 secara Virtual di ruang Rapat Khusus kantor Bupati Banggai. Selasa, 6/9/2021.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Ma’mun Amir yang di hadiri oleh Seluruh Bupati se-Provinsi Sulawesi Tengah.

Gerakan diversifikasi pangan sebagai wujud apresiasi pemerintah daerah terhadap pentingnya konsumsi pangan lokal, sayur dan buah.

Diversifikasi konsumsi pangan tidak dimaksudkan untuk mengganti beras secara total, tatapi mengubah pola konsumsi pangan, sehingga masyarakat akan mengkonsumsi lebih banyak jenis pangan.

Diawali dengan sambutan Kepala Pangan Provinsi Sulawesi Tengah Ir. H. Abdullah Kawulusan , menyampaikan,
“Kegiatan ini dilaksanakan tiap tahun di berbagai beberapa kabupaten, hanya karena masih dalam situasi pandemi sehingga belum bisa di selenggarakan dengan baik.”

“Karena betapa pentingnya pasokan pangan lokal termasuk buah-buahan dan sayur-sayuran, kita harus kerja keras lagi agar kebutuhan lokal bisa terpenuhi dengan baik,” ucap Kepala Pangan Sulteng.

Lanjutnya, “Komitmen dan konsistensi yang kita bangun harus dijaga dengan baik, terutama dari aspek masalah penganggaran kita membutuhkan sinergitas di semua pihak.”

“Kami berharap kepada para Bupati dan walikota se-Sulawesi Tengah agar menjadi perhatian kita, dan saya perlu sampaikan bahwa beberapa Bupati sudah melakukan sinergitas mendukung bagaimana mengembangkan pertanian keluarga,” kata Abdullah.

Dalam sambutannya Wakil Gubernur Ma’mun Amir menyampaikan, indikator untuk mengetahui capaian diversifikasi konsumsi pangan adalah skor pola pangan harapan yang ditentukan oleh konsumsi 9 komponen pangan yakni ; padi-padian, umbi-umbian, pangan hewani, minyak dan lemak, buah/biji berlemak, kacang-kacangan, gula, sayur dan buah serta komponen lain.

Upaya mendukung ketersediaan pangan secara berkelanjutan dengan mengembangkan pangan lokal sebagai warisan budaya leluhur seperti ubi banggai, jangung, pisang, sukun, talas, ubi jalar dan lain-lain.

“Capaian skor PPH Sulteng tahun 2019 adalah 82,5 yang kemudian menjadi 82,2 pada tahun 2020, dan pada tahun 2021 turun lagi menjadi 81,6. Jika skor PPH semakin tinggi menandakan konsumsi pangan masyarakat semakin beragam dan komposisinya semakin baik dan seimbang, sehingga daya tahan tubuh akan semakin terjaga, sehat dan kuat,” terang Ma’mun Amir.

Lebih lanjut Wakil gubernur menjelaskan, tantangan utama di Sulawesi Tengah adalah masalah daerah rawan pangan dan stunting, terdapat 45 kecamatan di wilayah kabupaten/kota yang terindikasi rawan pangan serta masih terdapat 31,26% penduduk balita yang tergolong stunting.

“Untuk mengentaskan kedua masalah tersebut, saya berharap agar kontribusi pangan lokal, sayur dan buah dapat dioptimalkan sehingga derah rawan pangan dan stunting dapat berkurang secara signifikan. Ayo kita kembangkan pangan lokal, sayur dan buah di lahan pekarangan maupun lahan yang masih kosong di sekitar kita,” terangnya.

“Ayo konsumsi pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang dan aman, karena bahan pangan kita tidak hanya beras tapi, ada singkong, jagung, kentang, talas, pisang, sagu, dan lain-lain, karena kenyang tidak harus dengan makan nasi”. tutup Wakil Gubernur.

Pada kesempatan yang sama Bupati Banggai H. Amirudin mengatakan bahwa Sebagian besar masyarakat kabupaten Banggai telah lama melakukan konsumsi pangan local seperti pisang, ubi, sagu, ikan, sebagai makanan pokok.

“Setiap kami melakukan terobosan ke Kecamatan-kecamatan atau desa-desa masyarakat antusias menyediakan pangan umbi-umbian dan buah kepada kami. Selain itu juga saya menghimbau kepada masyarakat agar kiranya membiasakan diri untuk makan umbi-umbian sebagai bahan pangan pokok sebagai pengganti beras” terangnya.

Lebih lanjut Bupati Banggai H. Amirudin menyampaikan, masyarakat Kab. Banggai juga gemar mengkonsumsi ikan,
“Biasanya kami setiap pulang kantor kami makan bersama, bakar-bakar ikan dan kami konsumsi tanpa menggunakan nasi, hanya ikan saja. Dan banyak saya jumpai masyarakat kab. Banggai melakukan hal yang sama, mereka gemar makan ikan bakar tanpa menggunakan nasi, dan banyak juga yang makan ikan dengan sagu,” tutup Bupati.

Gerakan diversifikasi pangan lokal dirangkaikan dengan gelar buah nusantara tahun 2021 diikuti Walikota/Bupati se-Sulteng, forkopimda, kadis pangan se-kab/kota dan pihak terkait lainnya, secara virtual.***

Baca Juga

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *