banner 728x250

Gubernur Sulteng Buka Musrembang RPJMD Tahun 2021 – 2026

  • Bagikan

, – Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura, membuka Musresbang RPJMD Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2021-2026, bertempat di Bestwesten Coco, Jumat 24/9/2021.

Dr. Suandi , S,Ti, M.Si, Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa maksud penyelenggaraan pelaksanaan Musrenbang RPJMD Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2021-2026 adalah untuk mendaparkan masukan dan saran dari semua Stakeholders terhadap RPJMD.

Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2021-2026, dengan menghimpun aspirasi atau harapan masyarkat terhadap tujuan, sasaran dan program pembangunan daerah yang akan dilaksanakan selama 5 tahun kedepan dan selanjutnya Dr. Suandi , menyampaikan bahwa kegiatan Musrenbang RPJMD tahun 2021-2026 ini adalah tersusunnya rumusan berupa masukan dan saran penyempurnaan maupun ide dan gagasan yang mampu memberikan solusi untuk pemecahan masalahan dan isu strategis daerah yang mampu mengakomodir aspirasi masyarakat dalam rancangan akhir RPJMD provinsi tahun 2021 – 2026. Terangnya.

Selanjutnya Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura , menyampaikan bahwa saya  Selaku gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah periode tahun 2021-2024, maka amanah janji politik harus diwujudkan melalui RPJMD  provinsi Sulawesi Tengah tahun 2021-2026 dengan visi “Gerak cepat menuju sulteng lebih sejahtera dan lebih maju”. Ungkap Cudy.

Olehnya itu sebagai penjabaran visi RPJMD Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2021–2026, maka telah dirumuskan sembilan misi, sebagai berikut:

1) Meningkatkan kualitas manusia provinsi sulawesi tengah melalui reformasi sistem pendidikan dan kesehatan dasar. 

Misi ini dimaksudkan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing melalui berbagai program aksi, yaitu membangun sistem pendidikan terpadu berbasis pendidikan kejuruan/vokasi, melaksanakan kegiatan retrieval, yaitu menelusuri dan menyekolahkan kembali anak usia SLTA yang putus sekolah karena alasan ekonomi, memberikan pendidikan gratis pada anak usia sekolah sma/smk, serta meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan melalui fasilitasi dan penyediaan pembiayaan kesehatan gratis bagi keluarga miskin dan rentan, mengembangkan sistem jaminan gizi dan tumbuh kembang anak di perkotaan, perdesaan dan wilayah terpencil untuk memastikan penurunan angka stunting dan penurunan angka kematian ibu dan balita.

Baca Juga

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan