banner 728x250

YLBH APIK JMK-Oxfam Dorong Terbentuknya Kajian Risiko Bencana di Sigi

  • Bagikan

, – Jejaring Mitra Kemanusiaan (JMK)-Oxfam melalui Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan () Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan workshop risiko dan penyusunan rencana aksi kampung siaga di 9 desa kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada 7-9 Oktober 2021.

Kegiatan yang melibatkan tim siaga bencana desa, Pemerintah Kabupaten Sigi, BPBD Kabupaten Sigi, DPRD Kabupaten Sigi dan lembaga yang terfokus pada isu kebencanaan tersebut menjadi rangkaian dari program membangun ketangguhan bencana berbasis desa (Building Resilience) yang tengah dijalanlan JMK-Oxfam.

Adapun Desa yang saat ini menjadi fokus intervensi yakni desa Maranata, desa Sibalaya Selatan, desa Sibalaya Utara, desa Pombewe, desa Langaleso, desa Salua, desa Tuva, desa Omu, dan desa Pandere.

Kesembilan desa di kabupaten Sigi tersebut merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi dengan klasifikasi bencana antara lain gempa, banjir, liquefaksi dan kekeringan.

Direktur YLBH APIK Sulteng yang juga menjadi lead program Building Resilience, Nining Rahayu mengatakan kegiatan tersebut akan memperkuat kapasitas desa dalam pembuatan kajian risiko bencana dan mengaplikasikannya melalui suatu rencana aksi desa dan dokumen KRB.

“Bagi desa yang telah memiliki kajian risiko bencana, workshop ini akan mempertanyakan ulang apakah kajian tersebut masih relevan dengan kondisi desa, apakah tim siaga bencana yang telah terbentuk di desa telah terkoordinasi dengan pemerintah.

Baca Juga

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *