banner 728x250

Bom Ikan Meledak Dihadapan Bupati Balut, Pelaku Ditangkap Polsus Kelautan Pangkalan PSDKP Bitung

  • Bagikan

, LAUT – Bupati Laut Sofyan Kaepa pada Sabtu (18/9/2021) sangat terkejut sekira pukul 11.35 wita, dua bom ikan meledak tidak jauh dari posisinya saat tengah membuka dan memberikan sambutan acara restorasi terumbu karang di Desa Bone Baru, Kecamatan Utara.

Bom ikan itu meledak dari arah perairan Togong Potil yang didengarkan langsung para peserta acara diantaranya PSDKP wilayah Satker Laut dan Kepulauan. Sontak saja bom ikan yang meledak beruntun itu membuat Bupati Balut serta instansi terkait terhenyak. Pasalnya kegiatan yang dipimpinnya saat itu merupakan salah satu proyek penyelamatan terumbu karang dan segala ekosistemnya dari upaya destruktif semisal bom ikan dan pembiusan.

Moh Cahyadin El Anas T selaku Kepala Wilayah Kerja PSDKP Bangkep dan Balut kepada media ini menceritakan, pada hari itu pihaknya menghadiri kegiatan konservasi berupa restorasi terumbu karang yang dibuka Bupati Banggai Laut. Saat bupati tengah memberikan sambutan tiba-tiba saja terdengar bunyi bom ikan yang menggetarkan sekitar lokasi kegiatan. Hal itu membuat Sofyan Kaepa melirik padanya yang memiliki kewenangan penanganan kasus penangkapan ikan secara destruktif itu.

Tidak berselang lama, bom kedua berbunyi yang menandakan aktifitas penangkapan ikan secara destruktif tengah berlangsung diwilayah perairan Banggai Laut. Usai acara tersebut, Muh Cahyadin kemudian melakukan penyelidikan guna mencari siapa pelaku pemboman ikan tersebut.

“Penangkapan ikan destruktif menggunakan bom itu terjadi saat bapak bupati sedang memberikan sambutan, di acara restorasi terumbu karang. Otomatis bapak bupati melirik ke kami yang mempunyai kewenangan penindakan. Usai acara kami langsung melakukan penyelidikan terkait siapa pelaku pemboman ikan itu,” kata Yadin.

Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui ikan hasil tangkapan menggunakan bom telah dijual pelaku kepada masyarakat. Sehingganya kemudian Ia memanggil aparat desa melakukan penyelidikan lebih lanjut. Bahkan saat itu pihak PSDKP kemudian melakukan pengecekan ke atas perahu pelaku dan ditemukan adanya sisa bom ikan, perangkat kompresor serta peralatan selam.

“Bom ikan yang digunakan dan didapati berupa bom botol yang pemicunya menggunakan tenaga baterai, kita sudah periksa perahu yang digunakan pelaku serta mendapati adanya satu bom ikan beserta alat selam termasuk kompresor. Pelaku kemudian kita tangkap untuk selanjutnya dimintai keterangan lebih lanjut,” beber Kepala Wilayah Kerja PSDKP Bangkep dan Balut ini.

Pelaku bernama La Epo warga Desa Bone Baru saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Barang bukti telah diamankan pihak PSDKP untuk melengkapi berkas penyidikan. Bahkan tersangka saat ini telah dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan. Tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja pasal 84 ayat (1) atau pasal 100B Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang perikanan yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Diakhir penyampaiannya Cahyadin mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait yakni Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, PolAirud mengimbau tentang peredaran dan pemanfataan pupuk Matahari dan pupuk Cantik yang sering disalahgunakan menjadi bahan pembuat bom ikan.

Ia juga mengimbau agar masyarakat berhenti melakukan penangkapan ikan dengan cara membom yang merusak ekosistem laut. Selain membahayakan jiwa, penggunaan bom ikan berimplikasi pada tindak pidana. (IKB)

Baca Juga

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan