banner 728x250

Virtual MWT Pastikan Kegiatan Operasi Project EWLPP Jawa Berjalan Dengan Lancar

  • Bagikan

, JAKARTA – PT Elnusa Tbk (Elnusa) kembali menggelar Virtual Management Walkthrough (MWT) untuk memastikan Kebijakan Health, Safety, Security, & Environment (HSSE) Perusahaan telah dipahami oleh pekerja. Kali ini Virtual MWT digelar di Project EWLPP Pertamina EP Regional 2 Zona 7 yang berlokasi di Jawa Barat. Manajemen memastikan seluruh kegiatan operasi berjalan dengan lancar. Kamis, 26/8/2021

Kegiatan dipimpin oleh Direktur SDM dan Umum merangkap Direktur keuangan Elnusa Tenny Elfrida, dan dihadiri oleh Direktur Operasi merangkap Direktur Pengembangan Usaha Elnusa Rony Hartanto, Pjs. VP of Oil Field Services – Eddy Haryadie, serta Pejabat MWT VP of Asset Reliability & Productivty Elnusa Achmad Zaky, SM of Financial Accounting & Compliance Elnusa Ante Maulana, dan GM of Sales OFS Kurniawati Adjie.

Direktur SDM dan Umum merangkap Direktur keuangan Elnusa Tenny Elfrida dalam sambutannya menekankan beberapa aspek, diantaranya yaitu kegiatan operasi harus mengutamakan aspek HSE Golden Rules yaitu Patuh, Intervensi, dan Peduli. “Saya terus mengingatkan keutamaan HSSE dan pentingnya aspek kesehatan di masa pandemi ini. Ada beberapa hal yang juga harus diperhatikan yaitu para pekerja harus memiliki permit dan kompetensi yang dibutuhkan sebelum melakukan pekerjaan. Setelah memastikan personel, alat dan peralatan juga harus diperiksa secara berkala. Yang terakhir adalah instruksi kerja juga wajib dipahami agar seluruh pekerjaan dapat dimitigasi risiko bahayanya,” ujarnya.

Sementara itu, Milky Editya, selaku penanggung jawab lokasi EWLPP Jawa menyampaikan Top Risk Assesment di area kerja. “Ada 5 Top Risk Assesment yang kami masukkan ke dalam HSSE plan yaitu, Covid-19, Lifting Operation, Driving, Paparan Radiasi, dan Perforasi – Ledakan. Seluruh mitigasi risiko akan selalu diimplementasikan untuk mencegah terjadinya kondisi yang membahayakan. Kami juga memastikan seluruh personel yang bertanggung jawab memiliki permit dan sertifikasi yang dibutuhkan,”ungkapnya.

Para manajemen yang hadir menilai kinerja lagging indicator HSSE Project EWLPP Jawa sudah cukup baik. Sedangkan ada beberapa hal yang memerlukan tindak lanjut seperti, pemeliharaan peralatan harus ditingkatkan, dan performance HSSE harus tetap dipertahankan. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara manajemen dan pekerja terkait isu-isu HSSE dan operasional dilapangan.**

Baca Juga

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *