< IMIP

Lima Tuntutan Permintaan Aksi Demo Petani Plasma Terhadap Perusahaan PT. Sawindo

Iptu Andriansyah mengatakan, dalam pertemuan tersebut pihak kecamatan meminta batas waktu untuk bertemu dengan Pemda Banggai untuk kembali membahas permasalahan tersebut.

“Batas waktu tersebut diberikan hingga 9 Juni 2022 dan apabila dengan waktu yang ditentukan tersebut tidak ada jawaban dari pemda maka petani sawit akan membuat posko di halaman Kantor camat hingga ada keputusan dari Pemda,” ungkapnya.

Sehingga, mantan Kapolsek Kintom ini menjelaskan, untuk menghargai proses ini, pihak perusahaan PT.Sawindo tidak melakukan aktivitas di lahan yang sedang diproses mediasi.

“Dari hasil pertemuan ini sekitar pukul 21.00 Wita pihak petani dengan ikhlas kembali membuka blokade jalan sehingga mobilitas kendaraan milik perusahaan dapat beraktivitas sebagaimana biasanya,” jelas Kapolsek.

Dalam pertemuan itu juga, tambah Kapolsek Batui ini, menejemen perusahaan dan Manager Plasma menjelaskan bahwa permasalahan yang saat ini dituntut oleh Petani sawit, saat ini sementara digodok oleh perusahaan dan sampai saat ini belum ada keputusan,

“Apabila pihak perusahaan bersedia, pihak petani akan mengolah sawit sendiri dan kemudian menjualnya keperusahaan tanpa mengurangi nilai utang. Keinginan perusahaan tanggung renteng bersama atau setiap petani menerima Rp. 400 Ribu perbulan pihak petani tidak akan menerimanya,” kata Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan, aksi blokade jalan menuju perusahaan tersebut dengan menggunakan Bambu dilakukan para Petani Sawit merupakan bentuk kekecewaan kepada pihak perusahaan dan Pemda, dimana persoalan ke Pemda hingga saat ini belum ada juga penyelesaian.

“Selama kegiatan Aksi Demo berjalan aman dan Polsektro Batui melakukan pengamanan dibantu Brimob Luwuk. Jumlah petani sawit yang ikut melakukan aksi blokade jalan yakni sekitar 60 orang,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *