< IMIP

Tekan Kecelakaan Lalulintas Polres Palu Gencar Tilang

Periode 2019 Tercatat 32 Jiwa Meninggal Akibat Kecelakaan Lalulintas

KABAR LUWUK,PALU – Angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Palu mengalami fluktuasi dengan trend meningkat. Tercatat selama bulan Januari hingga November 2019 terjadi 198 kecelakaan lalu lintas di mana 32 pengendara meninggal, 94 luka berat dan 200 luka ringan. Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas itu Sat Lantas Polres Palu gencar melakukan Tindakan Langsung (Tilang), hal itu diungkap Kapolres Palu AKBP Moch. Sholeh yang diminta keterangan melalui Kasat Lantas IPTU M. Abdhi Hendriyatna, SIK, Senin (25/11) di ruang kerjanya.

Diterangkan Kasat Lantas pada bulan Januari 2019 terjadi 19 kecelakaan dengan pengendara meninggal dunia empat orang, enam luka berat dan 23 orang luka ringan. Pada bulan Februari jumlah kecelakaan menurun hanya 10 kasus, akan tetapi jumlah korban meninggal dunia tetap empat jiwa, luka berat tiga dan luka ringan delapan. Di bulan Maret angka kecelakaan meningkat drastis mencapai 20 kasus, hanya saja angka kematian terjadi penuruan yakni satu orang, sembilan luka berat dan 27 luka ringan.

Masih dalam data unit Lakalantas Polres Palu tercatat pada bulan April terjadi 19 kasus Lakalantas dengan korban jiwa satu orang, 5 orang luka berat dan 20 orang luka ringan. Pada bulan Mei tercatat adalah puncak tertinggi angka kecelakaan lalulintas di Polres Palu, kendati demikian jumlah korban meninggal dunia tercatat hanya dua orang, 18 orang luka berat dan 34 orang luka ringan. Memasuki bulan Juni angka kecelakaan mengalami penurunan sisa 19 kasus dengan korban jiwa 4 orang, luka berat delapan orang dan luka ringan 23 orang. Pada bulan Juli meningkat satu kasus dari bulan sebelumnya dengan rincian empat orang meninggal dunia, delapan orang luka berat dan 17 orang luka ringan.

Dijelaskan oleh Kasat Lantas periode bulan Agustus angka kecelakaan lalulintas mengalami penurunan yakni 19 kasus dengan korban jiwa tiga orang, 11 orang luka berat dan 19 orang luka ringan. Memasuki bulan September grafik kecelakaan terus mengalami penurunan yakni 13 kasus dengan jumlah korban jiwa satu orang, enam orang luka berat dan 13 orang luka ringan. Di bulan Oktober grafiknya mengalami kenaikan dengan jumlah kejadian 16 kasus, yakni empat orang meninggal dunia, 15 orang luka berat dan empat orang luka ringan. Terakhir data bulan November menunjukkan penurunan hanya 12 kasus dengan jumlah empat orang meninggal dunia, lima orang luka berat dan 12 orang luka ringan.

“Guna menekan angka kecelakaan lalulintas kita akan rutin menggelar tindakan langsung terhadap pengendara yang tidak memiliki kelengkapan dan perlengkapan berkendara. Metodenya bisa berupa operasi, mobile dan gabungan melibatkan POM/PROVOST TNI dan Dinas Perhubungan. Tujuannya agar masyarakat tertib berlalu lintas serta terhindar dari terjadinya Lakalantas,” ujar IPTU M. Abdhi Hendriyatna.

Diterangkan Kasat Lantas kecelakaan lalulintas sering terjadi diawali dengan adanya pelanggaran sehingganya perlu ada penindakan tegas mengurangi jumlah angka kecelakaan. Rekapitulasi 11 bulan terakhir menyebutkan kerugian materiil mencapai angka Rp348.900.000. Kendaraan roda dua masih mendominasi kecelakaan yang terjadi, dengan rata-rata usia pengendara 17 – 26 tahun.

“Upaya yang dilakukan Sat Lantas Polres Palu selain penindakan juga disertai sosialisasi dan kampanye disiplin berlalu lintas terhadap para pelajar, komunitas dan para pekerja tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas termasuk kelengkapan berkendara dijalan raya,” tambah perwira dua balak ini.

Pada kesempatan itu Kasat Lantas menghimbau para orangtua agar tidak memberikan izin kepada anak mereka yang belum memiliki SIM mengendarai kendaraan bermotor. Demikian juga para guru diminta mengawasi anak didik mereka untuk tidak membawa kendaraan bermotor sendiri kesekolah. Karena jumlah pelanggaran dan korban lalulintas didominasi usia pelajar.(IkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *