< IMIP

Viral Lelaki Bawa Jenazah Gunakan Motor, RSUD Luwuk Sebut Tidak Ada Bayi Meninggal

KABAR LUWUK, BANGGAI – Peristiwa seorang lelaki membawa jenazah bayinya di Kabupaten Banggai mempergunakan sepeda motor viral di jejaring sosial, Senin (16/9). Bagaimana tidak, dikarenakan keterbatasan biaya, jenazah bayi yang lahir melalui operasi sesar dan dalam keadaan meninggal itu terpaksa harus dibawa pulang menggunakan motor. Hanya Saja berdasarkan rillis yang dikeluarkan humas Pemda Banggai menyebutkan, setelah dilakukan pengecekan pihak RSUD Luwuk pada hari itu tidak ada bayi atau anak yang meninggal dunia.

Menurut hasil penelusuran media ini, ternyata peristiwa itu benar adanya. Muslimin (36) warga Desa Benteng, Kecamatan Toili merupakan lelaki penggendong bayi yang sempat viral membawa jenazah itu dari RSUD Luwuk ke kampungnya untuk kemudian dimakamkan. Muslimin merupakan paman dari bayi yang meninggal itu. Pada awalnya Muslimin mendapat telepon dari pihak keluarga untuk mengambil jenazah bayi itu di RSUD Luwuk.  Sekali lagi karena keterbatasan biaya maka jenazah bayi itu kemudian digendong menggunakan kain untuk selanjutnya dibawa pulang kerumah, pada awalnya jenazah dibawa menggunakan motor namun belakangan diangkut menggunakan mobil ambulance salah satu partai.

Berdasarkan keterangan Muslimin, pada hari Minggu (15/9) Risnawati (36) yang tengah mengadung sekira pukul 08.30 wita dirujuk ke Puskesmas Toili, berdasarkan hasil diagnosa ditemukan perlunya tindakan medis lebih lanjut sehingga Risnawati kemudian dirujuk ke RSUD Luwuk pada sekira pukul 24.00 wita. Sesampainya di RSUD Luwuk Risnawati menjalani operasi sesar namun sayang bayi yang dikandungnya tidak bisa diselamatkan sehingga perlu dibawa pulang untuk dimakamkan.

“Kami membawa pulang jenazah bayi itu karena inisiatif pihak keluarga, dengan alasan tidak memiliki biaya,” sebut Muslimin.

Kejadian yang sempat viral itu memunculkan sejumlah tanggapan nitizen, beberapa berempati namun tidak sedikit yang mencibir pelayanan di RSUD Luwuk. Bagaimana tidak, RSUD Luwuk sebagai pelayanan publik dinilai telah mengabaikan adanya pasien atau bayi yang meninggal. Bahkan secara terbuka pihak rumah sakit melalui pegawainya yang menyampaikan ke direktur RSUD Luwuk bahwa hari itu tidak ada bayi yang meninggal dunia.

“Ini mana yang mau dipercaya sih, katanya tidak ada bayi yang meninggal pada hari itu. Faktanya ternyata ada, aneh,” ungkap Puput warga Toili kepada media ini.

Tidak hanya dinilai mengabaikan masyarakat, RSUD Luwuk dianggap tidak memiliki kesiapan dalam hal pelayanan mobil angkut, selain itu koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) juga dinilai tidak berjalan dengan baik khususnya terkait mobil jenazah. Padahal begitu mengetahui adanya bayi atau pasien yang meninggal sudah seharusnya pihak RSUD Luwuk berkoordinasi dengan keluarganya terkait langkah selanjutnya, dalam hal ini berkiatan dengan kepulangan yang kemudian menghubungi dinas terkait lainnya.

“Menurut saya pihak RSUD Luwuk harus menyampaikan permohonan maaf, pada awalnya mengatakan, setelah melakukan pengecekan dari pagi sampai malam tidak ada bayi atau anak yang meninggal, namun faktanya ternyata ada. Kedua siapa yang melaporkan hal itu ke direktur RSUD Luwuk harus memberikan penjelasan secara rinci kelalaian mereka, karena jangan sampai pihak RSUD Luwuk disebut menyampaikan pembohongan publik,” tutur Ramdhan.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak RSUD Luwuk, hanya saya informasi yang beredar bahwa paman korban dianggap tidak sabar menunggu mobil ambulance yang saat itu tengah membawa jenazah lain. Termasuk adanya kelalaian pihak keluarga yang tidak menyampaikan kepulangan bayi itu ke pihak RSUD Luwuk. (Marzuki Bayu / Irwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *