< IMIP

Warga Sampaka Hilang Saat Mencari Daun Sondeng, Selamat Berkat Ikuti Alur Sungai Binsil

KABAR LUWUK, BANGGAI – Nasib baik dialami Aspun Malangari alias Mui warga Desa Sampaka, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai. Dikabarkan hilang saat mencari daun sondeng atau sejenis daun palem mirip daun lontar bersama empat temannya pada Rabu (22/1/2010), Mui akhirnya selamat dan menemukan jalan pulang setelah mengikuti alur Sungai Binsil. Hal itu disampaikan Kapolres Banggai AKBP Budi Priyanto yang dimintai keterangannya melalui Kapolsek Bualemo IPTU Ngatimin, Kamis (23/1/2020).

Diterangkan Kapolsek Bualemo, pada sekira pukul 07.00 wita Mui bersama empat orang temannya yang berprofesi sebagai petani itu pergi mencari daun sondeng. Mereka berlima menuju hutan Desa Sampaka yang diketahui terdapat banyak daun sondeng. Sesampainya di hutan Desa Sampaka yang berbatasan dengan Desa Malik itu mereka lalu berpencar dengan perjanjian akan bertemu kembali di salah satu tempat untuk makan siang.

Pada sekira pukul 13.00 wita Masno Latowa, Andri Manangkari, Harlan Marante dan Haryono yang telah mencari daun sondeng lalu berkumpul di tempat yang telah disepakati untuk menyantap bekal yang dibawa dari rumah masing-masing. Hingga pukul 14.00 wita rekan mereka Mui belum juga menampakan batang hidungnya sehingga mereka akhirnya bersepakat menunggu di tempat itu. Saat waktu telah menunjukan pukul 16.00 wita, Mui belum juga terlihat sehingga Masno Latowa mengambil inisiatif kembali ke kampung yakni Desa Sampaka mengabarkan hilangnya Mui untuk selanjutnya dilakukan pencarian bersama-sama.

Menempuh perjalanan kaki selama sembilan puluh menit, akhirnya Masno tiba di Desa Sampaka dan langsung menuju rumah Mui dan pemerintah Desa Sampaka guna melaporkan kejadian hilangnya Mui saat mencari daun sondeng.

“Laporannya diterima warga dan pemerintah desa sekira pukul 18.30 wita yang kemudian diteruskan kepada jajaran Polsek Bualemo terkait warga yang hilang saat mencari daun sondeng itu,” jelas Kapolsek Bualemo.

Usai menerima laporan itu orangtua dan kerabat Mui lalu melakukan pencarian pada malam itu juga. Pada sekira pukul 22.00 wita, Asuman Malangkari orangtua Mui bersama beberapa warga Desa Sampaka menuju hutan batas Desa Sampaka dan Desa Malik untuk melakukan pencarian terhadapnya, namun upaya pencarian itu belum membuahkan hasil. Warga kemudian beristirahat sembari mengumpulkan tenaga untuk selanjutnya melakukan pencarian keberadaan Mui.

Pada pukul 03.00 wita dini hari, Kepala Desa Sampaka Munawir Kunjae mengerahkan belasan warga menggunakan satu unit truck mencari keberadaan korban. Kendati telah dicari puluhan orang namun keberadaan Mui belum juga ditemukan. Kapolsek Bualemo pada sekira pukul 12.45 wita menggunakan satu unit mobil patroli menuju hutan  batas Desa Sampaka dan Desa Malik untuk membantu warga Desa Sampaka melakukan pencarian orang hilang itu.

Ditengah perjalanan menuju Desa Sampaka tepatnya di Desa Nipa Kalemoa anggota Polsek Bualemo melihat lelaki Awi warga Desa Sampaka tengah membonceng Mui (orang yang tengah dicari). Awi bersama Mui lalu diperintahkan menuju Polsek Bualemo sementara rombongan Kapolsek Bualemo tetap melanjutkan perjalanan ke Desa Sampaka guna mengabarkan bahwa Mui telah ditemukan.

“Ditengah perjalanan kita ketemu dengan korban yang sudah membonceng di motor warga, jadi kita arahkan mereka ke Polsek dan kami tetap terus ke Desa Sampaka untuk mengabarkan bahwa korban telah ditemukan selamat,” terang IPTU Ngatimin.

Berdasarkan keterangan Mui kepada polisi, bahwa dirinya saat itu tersesat dan sudah berupaya untuk mencari jalan agar bisa bertemu dengan empat  rekannya.  Namun dirinya kala itu semakin jauh tersesat kedalam hutan sehingga dirinya memilih beristirahat di tengah hutan. Pada pagi harinya atau sekira pukul 08.00 wita, Mui berusaha mencari sungai terdekat, karena sungai itu merupakan sungai yang langsung mengarah ke Desa Binsil.

Setelah menempuh perjalanan kaki selama tiga jam, Mui bertemu Son warga Desa Binsil dan menceritakan apa yang dialaminya. Selang beberapa saat kemudian datang lelaki Ambut mengendarai sepeda motor. Mui kemudian dibonceng sampai di Pos penjagaan perkebunan kelapa sawit PT Wira Mas Permai. Disana Mui bertemu Awi Karaka warga Desa Sampaka yang langsung memboncengnya kembali ke rumah sebelum akhirnya bertemu rombongan Kapolsek Bualemo.

“Iya pak saya tersesat sudah tidak tahu jalan pulang untuk bertemu dengan teman saya, saat mencari jalan pulang ternyata saya makin tersesat sehingga saya memilih tidur di hutan. Besok pagi baru saya cari jalan pulang dengan mengikuti alur sungai Binsil,” kata Mui kepada Polisi.

Kendati telah tidur di hutan dan makan seadanya juga telah menempuh perjalanan sekira enam puluh kilo meter namun kondisi Mui dalam keadaan sehat, hanya saja korban mengeluh badanya gatal-gatal digigit serangga. Selanjutnya Dokter Deasy Handayani Purba memberikan obat kepada Mui. Polsek Bualemo lalu menyerahkan korban kepada keluarganya untuk dibawa pulang dan beristirahat.

Terpisah Kepala Desa Sampaka, Munawir Kunjae yang dimintai keterangannya membenarkan adanya warganya yang hilang saat mencari daun sondeng. Namun saat ini korban telah ditemukan dalam keadaan selamat. (IKB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *